The First Time Ever I Saw Your Face
I thought the sun rose in your eyes
....
Sepenggal lirik lagu lama tersebut mungkin merupakan kalimat yang paling menggambarkan perasaan saya saat pertama kali bertemu The Perfect Wife. Seorang wanita dengan paras ayu, berkulit putih bersih, tubuh tinggi semampai, dengan senyum malu-malu, menghampiri dan mengulurkan tangan kepada saya. Untuk beberapa detik pertama, saya masih terpana dengan sosoknya yang mempesona sebelum akhirnya saya tersadar dan buru-buru menyambut uluran tangannya. Bahkan tangannya terasa lembut bersentuhan dengan kulit tangan saya yang kasar. Saya terpesona.
Walaupun saya seorang wanita, salah satu kebiasaan saya yang sering dianggap aneh oleh teman-teman adalah senang melihat wanita cantik. Saya senang menatap kesempurnaan wajah wanita-wanita cantik tersebut dan mengagumi ciptaan Tuhan yang sangat indah. Kadang saya sering mendapat tuduhan dari orang-orang yang berpikir kalau saya sebenarnya iri dengan keindahan wajah wanita-wanita tersebut. Sejujurnya hal itu saya lakukan bukan karena iri namun saya hanya seorang pengagum keindahan. Toh semuanya masih dalam tahap wajar, pikir saya.
Sambil menikmati makan malam, saya pun berbincang-bincang dengan Perfect Wife. Dia usianya setahun lebih muda dari saya, anak semata wayang dari pasangan dokter ternama, termasuk dari keluarga berada dan terpandang (saya tahu dari tante calon suami saya yang dengan ikhlas membagi segala informasi yang dimilikinya tentang semua orang), dan sedang menyelesaikan pendidikan kedokterannya. Saya hanya manggut-manggut mendengarkan semua informasi tersebut.
Terlepas dari "promosi" meyakinkan si tante terhadap Perfect Wife, saya bisa melihat bahwa dia merupakan sosok wanita yang anggun, sopan, tidak banyak bicara, murah senyum dan rendah hati. Walaupun dengan segudang kelebihan yang dimilikinya, dia terlihat sangat biasa saja dalam bersikap. Tidak ada kesan sombong atau superior yang muncul pada dirinya. Mungkin itu sebabnya sejak pertama kali bertemu, saya tahu kalau saya sedang berhadapan dengan seorang wanita yang luar biasa.